,

     

    Dimas Bambang

    Staff Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Pasuruan


    Wilayah Maluku Utara adalah salah satu wilayah teraktif dalam hal kegempaan di Indonesia, terutama di wilayah Laut Maluku, dengan seismisitas cukup tinggi di Maluku Utara ada suatu keistimewaan tersendiri dengan struktur  geologi sangat kompleks. Struktur tektonik di wilayah ini sangat kompleks dan tiada duanya di dunia ini bahkan, dengan ke lengkapan strukturnya.. jika gempa di pulau jawa sudah pasti ada di selatan jawa. Semakin ke utara semakin dalam, karena ada interaksi dua lempeng tektonik dunia, lempeng eurasia dan indoaustralia, namun di maluku utara ada beberapa lempeng yang mempengaruhi kondisi maluku utara sendiri, lempeng mikro halmahera, lempeng dunia eurasia, lempeng oceanic laut maluku, lempeng pasifik, dan yang di dekat Maluku Utara ada lempeng mikro Sangihe, dan Lempeng Filipina, cukup kompleks, dan di maluku inilah pertemuan sirkum pasifik ( ring of fire) dan sirkum mediterania, dan 3 lempeng yang berinteraksi sekaligus atau biasa disebut triple junction,

    Kompleknya struktur vulkanik diwilayah Maluku Utara maka akan berdampak pada tingginya aktivitas Tektonik maupun vulkanik diwilayah ini. Di Maluku Utara tercatat terdapat beberapa Gunung berapi aktif sebagai implikasi aktivitas Vulkanik akibat melelehnya lempeng tektonik yang masuk kemantel bagian atas. Dan terdapat banyaknya sumber gempa bumi diwilayah ini, antara lain busur kepulauan Halmahera dimana lempeng Lempeng Laut Maluku Masuk kebawah Pulau Halmahera yang memanjang dari sebelah utara Pulau Morotai hingga ke sebelah barat Pulau Bacan, kemudian ada dibagian tengah Laut Maluku, Para Geologist biasa menyebutnya sebagai Punggungan Mayu/Mayau. Yang sebagian besar berjenis Trust Fault (Sesar Naik) yang menurul (Hall 2000) diakibatkan adanya desakan dari Makro Pasific yang bergerak ke arah barat dan dan Lempeng makro Eurasia yang menahan dibagian sebelah barat lempeng Laut Maluku. Sehingga Sea Floor Spreading (Pemekaran dasar samudra) berubah dari semula saling menjauh menjadi saling menekan. Kemudian dibagian selatan terdapat adanya sesar/patahan Sula – Sorong dimana sesar ini memanjang dari Kepulauan Sula Hingga ke Papua Barat.

    Akhir akhir ini kita sering dikejutkan dengan adanya gempa dengan frekwensi yang tinggi, terutama diwilayah Halmahera barat, hingga tulisan ini dibuat, tercatat 70 kali gempa dirasakan disekitaran Ternate, Tidore dan Halmahera Barat yang dilaporkan ke Observer Stasiun Geofisika Ternate, walaupun patut kita duga bahwa sebenarnya lebih banyak yang dirasakan oleh masyarakat daripada laporan BMKG hanya saja tidak dilaporkan oleh masyarakat. Dari tanggal 27 hingga 29 September setidaknya ada 1472 kali gempa Swarm dengan kekuatan 1.8 hingga 4.9 SR.

    Banyak sekali pertanyaan masyarakat mengenai fenomena yang tidak lazim ini. Missal apa gempa ini masih ada susulannya?? Kapan berhentinya?? Kok gempa trus ya??. Banyak dari Masyarakat yang sangat awam dengan Istilah Gempa Swarm. Bagi para Seismologist Swarm EarthQuake, Slow EarthQuake, Gempa Tremor bukanlah istilah yang asing didengar. Namun pada kali ini penulis akan membahas masalah Gempa Swarm.

    Menurut .(Rovicky 2011) Biasanya kita mengenal gempa diawali dengan gempa utama (main shock) yang diikuti oleh gempa susulan (after shock). Gempa utama memiliki kekuatan 2-3 kali skala Richter dari gempa susulannya. Jumlah gempa utama ya satu saja, sedangkan jumlah gempa susulan akan jauh lebih banyak dan tentusaja, sangat tergantung besarnya gempa utama Namun ada kalanya gempa terjadi secara beruntun tanpa diawali gempa utama. Gempa  adalah episode dengan banyak gempa bumi di mana gempa terbesar tidak terjadi pada awal episode dan di mana gempa bumi terbesar adalah tidak substansial lebih besar dari gempa bumi lain yang terjadi setelahnya. Gerumbulan gempa umumnya berlanjut selama beberapa minggu, bulan, atau bahkan lebih lama, tanpa terjadinya suatu peristiwa secara substansial lebih besar. Gempa kawanan kadang-kadang (tetapi tidak selalu) menunjukkan aktivitas gunung berapi. Kawanan Gempa juga dapat terjadi di darat, dalam berbagai konfigurasi geologi dan tektonik

    Jika kita mengamati perkembangan aktivitas seismik yang sedang berlangsung di Halmahera Barat, maka kita dapat memahami bahwa fenomena yang sedang terjadi merupakan aktivitas swarm. Menurut (Daryono 2015) Aktivitas gempabumi yang berlangsung menarik untuk dicermati. Rentetan gempabumi seolah tiada henti ini tidak ada satupun gempabumi kuat yang menonjol sebagai gempabumi utama. Sulit untuk mengenali mana gempabumi pendahuluan, gempabumi utama, dan susulannya, karena magnitudonya memang hampir seragam, kurang dari M=5,0 Skala Richter. Pada beberapa kasus swarm terjadi di zona gunungapi. Swarm dapat terjadi di kawasan yang mengalami medan tegangan berkaitan dengan desakan aktivitas magmatik. Gunung Jailolo stratovolcano yang lokasinya di kompleks gunungapi Halmahera, membentuk semenanjung di sebelah barat Teluk Jailolo. Jailolo stratovolcano memang sudah lama tidak mengalami erupsi, tetapi ada bekas aliran lava muda di sisi timurnya. Selain berkaitan dengan kawasan gunungapi, beberapa laporan menunjukkan bahwa aktivitas swarm juga dapat terjadi di kawasan non volkanik. Swarm memang dapat terjadi di kawasan dengan karakteristik batuan yang rapuh sehingga mudah terjadi retakan (fractures). Swarm juga dilaporkan banyak terjadi di daerah dengan batuan penyusunnya heterogen. Kondisi batuan semacam ini memang banyak terdapat di Jailolo. Berdasarkan data geologi, daerah ini memang tersusun oleh material batuan yang bervariasi, seperti batupasir, napal, tufa, konglomerat, dan batugamping.

    Fenomena Gempa Swarm ini setidaknya menjadikan pembelajaran tersendiri untuk masyarakat untuk memahami Gempa Swarm ini, dampak dari Gempa Swarm, diakui ataupun tidak memang meresahkan masyarakat, jika kita belajar dari berbagai khasus gempa swarm diwilayah sebenarnya tidak membahayakan jika bangunan memiliki struktus yang kuat. Sangat diharapkan masyarakat tetap tenang, waspada dan tidak terprovokasi oleh sumber atau berita hoax yang rawan beredar ditengah masyarakat. 

    , , , ,



    Umat muslim Indonesia menggelar Aksi Bela Palestina untuk menyuarakan protes terhadap pengakuan Presiden AS Donald Trump bahwa Yerusalem merupakan Ibu Kota Israel. Rupanya aksi ini juga memantik umat muslim dari negeri jiran untuk ikut aksi di Jakarta.
    “Ya mereka memang menyampaikan kalau memang mau datang dan ikut aksi. Kita mempersilakan saja, karena isu Palestina bukan isu Indonesia saja, tapi juga isu internasional. Selain Brunei, ada juga dari Malaysia, temen-temen yang aktif di masjid, di kajian ngasih informasi mau ke Jakarta,” kata Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis saat dihubungi Sabtu (16/12/2017).
    Cholil mengatakan pihaknya tidak mengundang umat muslim dari Brunei maupun Malaysia. Mereka datang dan ikut aksi murni karena mempunyai keprihatinan yang sama untuk membela Palestina.
    “Kita mempersilakan mereka yang punya keprihatinan yang sama untuk Palestina bergabung besok. Asal menjaga ketertiban,” pesan Cholil.
    Cholil menambahkan pihaknya tidak mengetahui ada berapa rombongan umat muslim dari negeri jiran tersebut yang akan ikut aksi. “Komunitas, masyarakat biasa, yang prihatin terhadap Palestina. Mereka tidak menyebutkan jumlah hanya cerita temen-temen mau hadir (aksi),” jelasnya.
    Aksi bela Palestina ini akan dimulai dengan salat subuh berjemaah di Masjid Istiqlal. Aksi itu akan dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi di Taman Pandang, seberang Istana Merdeka.
    “Resminya pukul 06.00 WIB kita pastikan sebelum zuhur sudah selesai. Besok akan diisi zikir, tausiah, asmaul husna, ada baca puisi, ada nasyid yang semuanya membela terhadap Palestina, menolak terhadap penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menolak pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem,” urai Cholil.

    , , , ,



    Oleh: Ahmad Rizal – Dir. Indonesia Justice Monitor
    Hiruk pikuk dukungan untuk Palestina membahana di seantero negeri. Memang, dukungan AS kepada Israel membuktikan ke sekian kalinya wajah asli keduanya. Bahkan hingga saat ini kecongkakan Israel terus berlangsung di atas tanah yang diberkahi itu. AS adalah penjajah yang mendukung penjajahan di atas dunia, khususnya di dunia Islam.
    Penjajahan yang dilakukan AS tidak lain karena terdorong dari ideologi  yang diembannya, Kapitalisme. Penjajahan adalah sarana paling efektif untuk menyebarkan ideologi jahat ini hingga ke pelosok semesta. Maka, di era kapitalisme ini tak heran apabila penjajahan atas bangsa-bangsa terus berlangsung hingga detik ini.
    Indonesia, negeri yang kaya akan sumber daya nyatanya rakyat tak pernah merasakan gemerlapnya harta yang mereka miliki. Miris, 80% lebih kekayaan alam dikuasai asing. Undang-Undang terkait pengelolaan kekayaan negara semacam UU Minerba, UU SDA, UU Migas, dll sarat pro asing.
    Keterlibatan para kapitalis dalam pembuatan UU telah menjadi rahasia umum. Akibatnya tentu hak-hak rakyat terabaikan. Pemerasan dan pemalakan atas rakyat menjadi hal yang niscaya. Ketika regulasi pemasukan negara dari sumber kekayaan yang melimpah tak jelas, maka beban pemasukan negara lebih dominan ditujukan kepada rakyat melalui besarnya pajak. Kekayaan trilyunan rupiah diswastanisasi, diliberalisasi, diprivatisasi, ujung-ujungnya asing yang menikmati.
    Keheranan publik akan kekalahan bertubi-tubi pemerintah menghadapi perusahaan-perusahaan multinasional menjadi hidangan harian. Semakin meyakinkan bahwa penjajahan hari ini terwujud karena ada pihak dalam yang memberi lampu hijau untuk menjajah bangsanya sendiri. Semakin membuka mata rakyat bahwa kebijakan dan UU yang dibuat alih-alih untuk menghapus penjajahan, justru semakin mengundang para penjajah asing masuk menjarah dan merampok kekayaan alam yang ada. Penindasan ekonomi melalui sistem ekonomi neoliberal dan mata uang asing tak juga membuat para pemangku kebijakan jera dan melawan. Bahkan ridho dan rela.
    Apapun bentuknya, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Begitu pula, bercokolnya antek asing di atas bumi Indonesia wajib ditumpas hingga ke akar-akarnya. Sesungguhnya eksistensi penjajah dan penjajahan senantiasa mengalami masa suburnya apabila didukung ekosistem yang relevan di sekitarnya. Maka, berlangsungnya penjajahan ini bisa diakhiri bila rakyat bergerak menebas ekosistem itu dan mewujudkan ekosistem lain yang lebih menyejahterakan. [IJM]

    , , ,


    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengingatkan umat Muslim sedunia, kemungkinan bakal kehilangan Mekah dan Madinah jika keputusan sepihak Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel tidak dibatalkan.
    “Jika kita kehilangan Yerusalem maka kita tidak akan bisa melindungi Mekah dan Madinah. Maka, kita akan kehilangan Kabah,” kata dia di Istanbul, Turki, seperti dikutip Russia Today, Minggu, 17 Desember 2017.
    Erdogan telah menjadi pengkritik paling vokal atas keputusan kontroversial Presiden AS Donald John Trump tersebut. Ia juga telah mengecam negara-negara lain karena ‘dianggap lemah’ menanggapi langkah AS.
    “Umat Muslim dunia harus siap-siap menghadapi serangan yang mencoba menjatuhkan umat Islam dari dalam,” katanya, menegaskan.
    Keputusan Trump pada Kamis, 7 Desember 2017 lalu ini menyebabkan terjadinya bentrokan dengan kekerasan di Yerusalem Timur, Tepi Barat dan Jalur Gaza, yang mengakibatkan beberapa korban jiwa dan lebih dari 1.000 orang terluka di antara orang-orang Palestina.
    Ribuan orang juga turun ke jalan untuk memprotes dan membakar bendera AS di Yordania, Iran, Mesir, Indonesia dan tempat lain di sejumlah negara Muslim.
    Erdogan juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk membatalkan keputusan Trump. Jika DK PBB gagal bertindak atas masalah ini, Turki akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan dalam kerangka hukum untuk melawan tindakan sepihak AS tersebut.
    sumber: merdeka

    , , ,



    Mesin Pembunuh Sosial Akibat Sekulerisasi Seksualitas
    Oleh Dr. Ahmad Sastra
    Ketua Divisi Riset dan Literasi Forum Doktor Islam Indonesia
    Kebijakan pemerintah kembali mengguncang naluri dan rasa keadilan masyarakat muslim di negeri ini. Setelah mengeluarkan perppu ormas dalam rangka membungkam kebangkitan Islam sebagai solusi sosial politik negeri ini, kini zina/kumpul kebo dan LGBT sebagai perilaku legal yang tidak dijerat oleh hukum. Akibatnya, perzinahan dan perilaku menjijikkan LGBT bebas berkeliaran di negeri ini atas nama kebebasan dan hak asasi manusia. Inilah hasil panen demoKERAsi sekuler yang selama ini ditanam di negeri ini.
    Apalagi pasca penetapan MK bahwa kumpul kebo [zina] dan kaum amoral LGBT tidak bisa dipidanakan, maka perilaku bejat yang bahkan binatangpun tidak melakukan ini akan semakin merajalela. Mereka akan semakin terang-terangan menebarkan dan menularkan perilaku menjijikkan di ruang publik dengan berlindung di bawah payung hak asasi manusia. Meski binatang tidak diberikan akal, namun binatang tidak ada yang LGBT, mengapa manusia berakal justru lebih terhina dari binatang ?. Padahal di sisi lain, pemerintah sedang dan terus menggaungkan pendidikan karakter, ironis dan paradoks.
    Jika ditimbang dengan nilai-nilai ajaran Islam, perzinahan dan LGBT jelas diharamkan dan dilaknat oleh Allah. Kaum Nabi Luth yang homoseksual bahkan mendapat azab dari Allah setelah mereka membangkang dakwah Nabi Luth untuk bertobat dan kembali kepada ajaran Allah. Sejarah ini nyata, tak perlu ditarsirkan, hanya perlu diambil pelajaran agar umat Muhammad tidak melakukan perbuatan keji itu. Sederhana kan ?.
    Sebab Rasulullah telah bersabda dengan jelas dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : Rasulullah SAW melarang menjual buah sehingga bisa dimakan dan beliau bersabda, ” Apabila zina dan riba sudah merajalela di suatu negeri, berarti mereka telah menghalalkan jatuhnya siksa Allah pada diri mereka sendiri”. [HR Hakim, dalam Al Mustadrak, ia berkata shih sanadnya juz 2, hal.43, no.2261].
    Legalisasi perzinahan akan melahirkan seks bebas dan pelacuran. Kasus prostitusi atau pelacuran adalah tindakan menyalurkan libido seks seseorang dengan menghiraukan etika dan adab. Setiap manusia, bahkan hewan memang telah diberikan dorongan seksual oleh Allah, namun pola penyalurannya banyak yang menyimpang dari aturan-aturan agama. Penyimpangan itu bisa berupa aksi pemerkosaan, perzinahan, pedopilia, homoseksual atau lesbian, dan pelacuran.
    Pola manusia yang menyelurkan dorongan seksual dalam dirinya tanpa mengikuti adab dan nilai agama telah terjangkiti virus sekulerisme. Virus sekulerisme memandang dorongan seksual adalah alamiah dan harus disalurkan secara alamiah pula tanpa harus terikat dengan nilai-nilai agama. Pandangan seperti ini berkembang pesat di dunia Barat yang memang sekuler. Tokoh pencetus sekulerisasi seksualitas adalah Sigmund Freud dengan teori psikoanalisanya. Manusia, dalam pandangan filsafat komunisme tak ubahnya sebagai binatang ekonomi [economic animals].
    Psiko abnormal LGBT akan berdampak kepada malapetaka sosial jika terus dibiarkan. Penelitian menyatakan seorang gay memiliki pasangan antara 20 sampai 106 orang pertahun. Sedangkan pasangan zina seseorang tidak lebih dari 8 orang pertahun. [Corey, L. And Holmes, K. Sexual Transmissions of Hepatitis A In Homosexual Men. New England J. Med, 1980, pp 435-438].
    43 persen dari golongan kaum gay yang berhasil di data mengaku melakukan homoseksual lebih dari 500 orang, 28 persen lebih dari 1000 orang. Bahkan 79 persen pasangan homonya adalah orang yang tidak dikenali sebelumnya. Pasangan mereka banyak yang hanya semalam atau beberapa menit saja [Bell, A and Weinberg, M. Homosexualities “ A Syudy of Diversity Among Men and Women. New York : Simon and Schuster. 1978].
    Kaum homoseksual menyebabkan 33 persen pelecehan seksual pada anak-anak di Amerika, padahal populasi mereka hanya 2 persen. Hal ini artinya 1 dari 20 kasus homo seksual merupakan pelecehan kepada anak-anak, sedangkan dari 490 kasus perzinahan 1 diantaranya merupakan pelecehan seksual pada anak-anak [Psychological Report, 1986]. Perzinahan dan LGBT adalah mesin pembunuh sosial yang berdampak buruk bagi kelangsungan ras manusia.
    Psikoanalisa Freud mengawali asumsinya tentang hukum kausalitas atau psychological determination. Teori ini menyatakan bahwa segala sebab pasti ada akibatnya dan segala akibat pasti ada sebabnya. Tidak ada suatu aktivitas yang dibuat oleh manusia kecuali ada sebab yang mendorongnya melakukan tindakan tersebut. Mungkin sebab itu nyata dan bisa jadi tidak nyata. Mungkin sebab itu logis dan bisa jadi tidak logis.
    Dalam prinsip psikoanalisa pertama ini, kasus prostitusi gay dengan korban sejumlah anak laki-laki yang dijajakan kepada para pria homoseksual setidaknya disebabkan oleh tiga faktor. Pertama karena adanya motif ekonomi yang ditangkap oleh sang germo ketika ada peluang permintaan para lelaki homoseksual untuk melampiaskan libido seksualnya.
    Kedua karena adanya penyimpangan seksual para kaum homo yang oleh semua agama di larang. Ketiga ketidakberdayaan anak-anak untuk menolak tekanan orang dewasa. Keempat sebagai faktor utama adalah tidak adanya kesadaran spiritual dalam diri sang germo, anak-anak korban prostitusi dan para lelaki kaum homoseksual.
    Psikoanalisa Freud juga mengenal istilah psychological forces atau kekuatan psikologis. Prinsip ini mengasumsikan bahwa terdapat kekuatan asas dalam alam nyata dan kekuatan psikologis adalah salah satu jenisnya. Dari berbagai makanan yang dikonsumsi, prinsip kekuatan psikologi mengasumsikan akan menimbulkan semacam kekuatan yang diekspresikan dalam bentuk tindakan seperti tanggapan, pernafasan dan aktivitas gerak. Kekuatan ini juga bisa terekspresikan dalam bentuk psikologis seperti penanggapan, pemikiran, dan ingatan.
    Paradigma sekuler yang menjauhkan nilai-nilai etis agama dalam kehidupan manusia mendorong orang untuk berfikir dan bertindak sekuleristik dalam segala hal. Setiap pikiran dan tindakan yang diekspresikan bukanlah lahir dari kesadaran agama seseorang, melainkan berakar dari nafsu dan keinginan untuk mendapatkan manfaat pragmatis dan hedonis. Sebab paradigma sekulerisme tidak menimbang tindakan berdasarkan hala dan haram, melainkan berdasarkan manfaat pragmatis yang akan didapatkan. Dari sinilah munculnya dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan tindakan amoral yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.
    Dalam kasus prostitusi gay ini yang disebut dengan dorongan dalam diri adalah dorongan untuk mendapatkan manfaat pragmatis berupa kepuasan seksual oleh kaum homoseks dan manfaat pragmatis ekonomis oleh sang germo. Keduanya adalah orang yang telah terlepas dari kesadaran agama demi meraih manfaat pragmatis, tanpa mengindahkan hukum halal dan haram. Sekulerisme telah menjadi energi kuat bagi perilaku menyimpang.
    Psikoanalisa Freud beranggapan bahwa manusia telah dipersiapkan dengan kesanggupan untuk memberikan reaksi terhadap berbagai perangsang yang menimpanya, baik dari luar maupun dari dalam dirinya. Kesanggupan merespons setiap rangsangan ini merupakan hal istimewa yang dimiliki makhluk hidup, bukan hanya manusia. Ketika manusia dihadapkan dengan perangsang, maka ia berada dalam kondisi terangsang dan risau dan mengalami ketidakseimbangan psikologis.
    Pada saat risau inilah manusia ada yang berusaha untuk dapat menurunkan tingkat rangsangan hingga mencapai kondisi seimbang kembali, meski ada yang tidak mampu melakukannya. Prinsip inilah yang disebut sebagai prinsip ketetapan dan keseimbangan (constancy and equilibration).
    Dalam kondisi ketidakseimbangan psikologis, manusia mencoba mendapatkan tingkat keseimbangan dirinya dengan berada pada posisi sebelum mendapat rangsangan. Upaya ini bisa berupa tindakan jasmani atau intelektual tertentu sehingga ia mampu melepaskan dirinya dari kondisi risau karena berhadapan dengan rangsangan. Kerisauan akibat ketidakseimbangan ini membuat kesal dan jengkel, sementara kondisi keseimbangan akan menimbulkan kegembiraan. Prinsip ini dalam psikoanalisa Freud disebut sebagai pleasure.
    Ketidakseimbangan psikologis akibat tingginya dorongan seksual (libido) seseorang akan mengakibatkan kondisi ketidaknyamanan hingga ada katarsitas yang dilakukan. Katarsitas psikologis dalam paradigma sekuler adalah upaya penyaluran kegalauan psikologis tanpa disandarkan oleh etika. Sandaran katarsitas psikologis sekuleristik hanya bertumpu kepada kepuasan psikologis. Sekulerisme menganggap psikologi seseorang berdiri sendiri tanpa ikatan etika agama tertentu.
    Dengan demikian upaya katarsitas psikologisnya tanpa terlebih dahulu menimbang dengan etika agama. Dalam kondisi inilah manusia akan lebih banyak dikuasai oleh nafsu dibandingkan keimanan dalam dirinya. Ketiadaan kesadaran etika agama mendorong manusia untuk melanggar nilai-nilai agama. Meski kadang mereka tidak menyadari itu. Meskipun ada kesadaran, namun jika dorongan nafsu lebih mendominasi, maka tindakan amoralpun akan dilakukan. Jika masih ada sedikit kesadaran etika agama, biasanya setelah melakukan tindakan amoral, mereka akan mengalami penyesalan dan kegelisahan yang semakin mendalam.
    Berbeda dengan orang yang tidak memiliki kesadaran etika agama sama sekali. Mereka akan melakukan tindakan apapun demi memenuhi dorongan nafsunya, meskipun bertentangan dengan hati nuraninya. Dalam belenggu paradigma sekulerisme dan tiadanya kesadaran etika agama dalam diri seseorang terbukti akan menimbulkan berbagai keruskan moral dan berpotensi menghancurkan peradaban manusia.
    Orientasi ekonomi yang sekuleristik akan melahirkan perilaku ekonomi yang melanggar etika agama. orientasi seksual yang sekuleristik akan melahirkan perilaku seksual yang amoral dan menyimpang dari kodrat manusia itu sendiri. Penguatan sistem etika agama dan membuang jauh-jauh paradigma sekulerisme adalah langkah awal untuk menyelesaikan berbagai kasus penyimpangan seksual di negeri ini. Selanjutnya tentu saja menjadikan agama (Islam) sebagai tolok ukur setiap pemikiran dan tindakan.
    Islam dengan tegas melarang hubungan manusia sesame jenis. Islam menganjurkan hubungan normal antara laki-laki dan perempuan. Terkait dengan hubungan manusia dengan sesama manusia, terlebih hubungan antara laki-laki dan perempuan, Islam telah menggariskan hukum yang tegas dan jelas. Allah telah menciptakan makhluk-makhlukNya dengan berpasang-pasangan.
    Hukum Allah terkait hubungan laki-laki dan perempuan terikat dengan hukum perkawinan yang hanya berlaku bagi manusia. Perkawinan merupakan suatu cara yang dipilih oleh Allah sebagai jalan bagi manusia untuk mendapatkan keturunan, berkembang dan demi kelestarian hidupnya. Dengan catatan masing-masing pasangan siap melakukan peranannya yang positif dalam mewujudkan tujuan perkawinan.
    Perkawinan merupakan pokok dari pola hubungan antara laki-laki dan perempuan. Sebab dengan berlangsungnya sebuah perkawinan, maka akan melahirkan hubungan kebapakan, hubungan keibuan, hubungan suami dan istri dan hubungan yang lainnya. Hubungan perkawinan dengan demikian merupakan hubungan pokok dan hubungan kebapakan dan keibuan merupakan derivasi sebagai hubungan cabang dari hubungan perkawinan.
    Pada awalnya pernikahan dimulai dari adanya naluri manusia yang mesti dipenuhi, yakni naluri seksual (gharizah an naw’). Naluri seksual membutuhkan pemenuhan yang bergerak menurut pergerakan aspek keibuan atau kekanakan, sebagimana juga menuntut pemenuhan sesuai dengan pergerakan penampakan dari pertemuan yang bersifat seksual. Penyaluran kebutuhan seks yang islami adalah melalui pernikahan, bukan perzinahan sebagaimana dianjurkan oleh sekulerisme.
    Islam memberikan jawaban yang tuntas terkait dengan dorongan seksualitas seseorang yakni melalui lembaga pernikahan. Islam juga sangat tegas memberikan sanksi bagi kaum homoseksual atau lesbian. Islam juga telah menjadikan seorang pezina sebagai pendosa besar dan layak dihukum berat.
    Kesemuanya itu bukan untuk menghambat dorongan seksualitas seseorang, namun Islam pola penyaluran dorongan seksualitas manusia agar sejalan dengan nilai-nilai ilahi yang jelas akan mendatangkan kebaikan manusia. Sebaliknya sekulerisasi seksualitas akan mendatangkan berbagai kerusakan dan bencana kemanusiaan. Saatnya Islam diterapkan secara kaffah, agar segala problematika manusia bisa diselesaikan secara menyeluruh menuju kebahagiaan dan keberkahan hakiki. [#AhmadSastra,KotaHujan,18/12/17 : 11.30 WIB]

    , , ,


    Menanggapi kelakuan oknum umat Islam yang kurang peduli dengan urusan bangsa Palestina yang dijajah Israel, Ustadz Felix Siauw menyampaikan argumen cerdas yang menohok.

    Ia menjelaskan, Bani Israel yang semula mendiami wilayah Syam merupakan komunitas yang terusir karena banyak melakukan kesalahan dan pelanggaran."Secara status, Bani Israel terusir dari tanah Syam sejak lama sekali." terang dai keturunan Tionghoa ini.
    Alhasil, secara status, tanah Syam ini menjadi milik bangsa Palestina setelah ditaklukan oleh Khalifah Umar bin Khaththab.

    "Dari tanahnya Bani Israel menjadi tanahnya kaum Muslimin. Karena zaman itu, penaklukan bukan dengan perang, tetapi kuncinya diberikan kepada Umar bin Khaththab." lanjutnya menjelaskan.

    Seiring berjalannya waktu ketika wilayah Syam direbut kembali oleh para penjajah, Palestina menjadi rebutan karena di dalamnya terdapat kota Jerussalem atau Al-Quds.

    Al-Quds merupakan kota suci bagi semua agama langit. Bagi Islam, Al-Quds sangat suci karena terdapat Masjid Al-Aqsha di dalamnya.

    Dimana Masjid Al-Aqsha menjadi tempat suci ketiga setelah Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.Masjid Al-Aqsha pernah menjadi qiblat bagi umat Islam saat mendirikan shalat. Pun pernah menjadi tempat singgah Nabi Muhammad SAW saat melakukan Isra' Mi'raj.

    Di Masjid Al-Aqsha itu pula, Nabi Muhammad SAW menjadi imam shalat yang makmumnya para Nabi sebelumnya. Seperti Nabi Musa, Nabi Isa, dan nabi-nabi lainnya.

    Atas alasan historis itu pula, Ustadz Felix menyayangkan adanya segelintir umat Islam yang tak peduli dengan Palestina.

    "Ini adalah pesan kepada kaum Muslimin, kapan Anda akan bersatu? Kalau Antum tidak punya kepedulian sedikit pun kepada Al-Aqsha, itu ada yang salah pada diri Antum!" pungkasnya. [Mbah Pirman/Tarbawia]

    , , ,


    Sekalinya tampil dalam acara bergengsi ILC yang dipandu Karni Ilyas, Abu Janda yang kerap menyebut dirinya sebagai ustadz justru melakukan blunder besar.

    Dalam penulusan Tarbawia, inilah 'dosa-dosa' Abu Janda dalam ILC 212 Haruskah Reuni di TV One pada Selasa (5/12/17).

    Salah Sebut Panji Rasulullah

    Dengan nada sombong, Abu Janda menyatakan bahwa Ar-Roya dan Al-Liwa bukan berwarna hitam dan putih. Ia menampilkan sebuah gambar yang disebut sebagai bendera Rasulullah, padahal merupakan bendera Kesultanan Turki Utsmani.

    "Saya katakan sekarang, ini adalah panji Rasulullah Muhammad SAW. Inilah Ar-Roya Al-Liwa." ujar Abu Janda dengan nada tinggi seraya menunjukkan gambar bendera Kesultanan Turki Utsmani.

    Tak berhenti di sana, Abu Janda bahkan sesumbar agar Ustadz Felix dan lawan diskusinya lain untuk mengeceknya secara langsung.

    "Monggo ini. Ini banyak sumber kredibel yang bisa dicek. Banyak sumber kredibelnya. Ini bisa dicek ini. Bisa periksa sendiri." lanjutnya.

    Sedangkan terhadap Ar-Roya dan Al-Liwa sendiri yang merupakan panji-panji Rasulullah, Abu Janda justru menyebutnya sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia.

    "Ini adalah bendera ormas terlarang Hizbut Tahrir." terangnya seraya menunjukkan dua panji berwarna hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid.

    Samakan Khilafah dengan PKI


    Dengan nada tinggi dan mata sedikit melotot, Abu Janda meneruskan aksinya. Ia tak segan menyatakan bahwa khilafah sama dengan komunis.

    "Maaf, apa bedanya (khilafah) dengan komunise? Saya bilang, tidak ada. Sama-sama ideologi berbahaya. Sama-sama ideologi terlarang." ujar Abu Janda pongah.

    Tuduhan Dalil Lemah

    Abu Janda juga menyatakan, reuni 212 merupakan bentuk menginjak-injak hukum. Padahal dalam acara tersebut, sejumlah pejabat begara turut hadir.

    Seperti Wakil DPR RI Fahri Hamzah dan Fadli Zon, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan lainnya. Bahkan saat aksi damai belai Islam 3 atau 212 tahun 2016, Presiden Jokowi dan banyak pejabat negara lain ikut hadir.

    "Terus terang, bang Karni, saya prihatin. Ini sudah bentuk, apa ya? Menginjak-injak hukum!" ujarnya sombong.

    Ucapkan Kata Jorok


    Lama-lama, Abu Janda kian menjadi-jadi. Meski sepi apresiasi, ia merasa mendapatkan banyak respons. Padahal saat dia bermaksud melucu, semua orang justru diam. Dia tersenyum sendiri. Garing.

    "Niki opo, nuwun sewu Pak Karni, niki opo? Niki maulid opo orasi politik, Cok?" tukas Abu Janda.

    Dalam bahasa Jawa Timuran, cok bermakna kasar.


    Belepotan dan Keselo Lidah


    Di akhir penyamapaian pendapatnya, Abu Janda makin terlihat salah tingkah. Ia berulang kali menyampaikan kalimat, kemudian meralatnya sendiri.

    Jadi kesimpulannya, akhir kata, saya sulit melihat 212 ini, sulit bagi kita melihat 212 ini, ah sorry, maksud saya, sulit bagi kita untuk tidak melihat 212 ini sebagai gerakan politik." ungkapnya, terlihat salah tingkah.

    Fitnah Ulama dan Dai

    Terakhir, Abu Janda dengan jelas menyatakan bahwa para ulama, dai, kiyai, dan habib yang tergabung dalam reuni 212 telah membodohi umat Islam.

    "Minimal mereka jujur dengan motif mereka yang sebenarnya, yaitu politik. Umat dibuai dengan dalil jihad, bela agama, persatuan, padahal tujuannya politik 2019." pungkasnya bernada menyakiti. [Mbah Pirman/Tarbawia]


Top