Popular Post
-
Jakarta - Panji-panji hitam-putih dengan tulisan Arab berkibar di tengah aksi bela Palestina. Bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa menjadi pemacu...
-
Jakarta - Pedangdut Dewi Persik berencana melaporkan petugas portal jalur TransJ ke polisi akibat keributan saat hendak menerobos busway...
-
Jakarta - WhatsApp telah menjelma menjadi layanan messaging terpopuler di dunia maupun Indonesia dengan jumlah pengguna lebih dari 1 m...
Connect With Us
CB Magazine »
Ekonomi
,
International
,
Media Sosial
,
News
,
Politik
»
TERROR KAPITALISME GLOBAL TERHADAP NEGERI KIAN MEMUNCAK
TERROR KAPITALISME GLOBAL TERHADAP NEGERI KIAN MEMUNCAK
Posted by CB Magazine on Minggu, 17 Desember 2017 |
Ekonomi,
International,
Media Sosial,
News,
Politik
Oleh: Ahmad Rizal – Dir. Indonesia Justice Monitor
Hiruk pikuk dukungan untuk Palestina membahana di seantero negeri. Memang, dukungan AS kepada Israel membuktikan ke sekian kalinya wajah asli keduanya. Bahkan hingga saat ini kecongkakan Israel terus berlangsung di atas tanah yang diberkahi itu. AS adalah penjajah yang mendukung penjajahan di atas dunia, khususnya di dunia Islam.
Penjajahan yang dilakukan AS tidak lain karena terdorong dari ideologi yang diembannya, Kapitalisme. Penjajahan adalah sarana paling efektif untuk menyebarkan ideologi jahat ini hingga ke pelosok semesta. Maka, di era kapitalisme ini tak heran apabila penjajahan atas bangsa-bangsa terus berlangsung hingga detik ini.
Indonesia, negeri yang kaya akan sumber daya nyatanya rakyat tak pernah merasakan gemerlapnya harta yang mereka miliki. Miris, 80% lebih kekayaan alam dikuasai asing. Undang-Undang terkait pengelolaan kekayaan negara semacam UU Minerba, UU SDA, UU Migas, dll sarat pro asing.
Keterlibatan para kapitalis dalam pembuatan UU telah menjadi rahasia umum. Akibatnya tentu hak-hak rakyat terabaikan. Pemerasan dan pemalakan atas rakyat menjadi hal yang niscaya. Ketika regulasi pemasukan negara dari sumber kekayaan yang melimpah tak jelas, maka beban pemasukan negara lebih dominan ditujukan kepada rakyat melalui besarnya pajak. Kekayaan trilyunan rupiah diswastanisasi, diliberalisasi, diprivatisasi, ujung-ujungnya asing yang menikmati.
Keheranan publik akan kekalahan bertubi-tubi pemerintah menghadapi perusahaan-perusahaan multinasional menjadi hidangan harian. Semakin meyakinkan bahwa penjajahan hari ini terwujud karena ada pihak dalam yang memberi lampu hijau untuk menjajah bangsanya sendiri. Semakin membuka mata rakyat bahwa kebijakan dan UU yang dibuat alih-alih untuk menghapus penjajahan, justru semakin mengundang para penjajah asing masuk menjarah dan merampok kekayaan alam yang ada. Penindasan ekonomi melalui sistem ekonomi neoliberal dan mata uang asing tak juga membuat para pemangku kebijakan jera dan melawan. Bahkan ridho dan rela.
Apapun bentuknya, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Begitu pula, bercokolnya antek asing di atas bumi Indonesia wajib ditumpas hingga ke akar-akarnya. Sesungguhnya eksistensi penjajah dan penjajahan senantiasa mengalami masa suburnya apabila didukung ekosistem yang relevan di sekitarnya. Maka, berlangsungnya penjajahan ini bisa diakhiri bila rakyat bergerak menebas ekosistem itu dan mewujudkan ekosistem lain yang lebih menyejahterakan. [IJM]
Featured Video
Top 5 Popular of The Week
-
Jakarta - Panji-panji hitam-putih dengan tulisan Arab berkibar di tengah aksi bela Palestina. Bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa menjadi pemacu...
-
Jakarta - Pedangdut Dewi Persik berencana melaporkan petugas portal jalur TransJ ke polisi akibat keributan saat hendak menerobos busway...
-
Jakarta - WhatsApp telah menjelma menjadi layanan messaging terpopuler di dunia maupun Indonesia dengan jumlah pengguna lebih dari 1 m...
-
Jakarta - Meski cuma punya satu kamera belakang, duo Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL punya mode portrait yang bisa diandalkan. Untuk mem...
-
MENGENAL LEBIH DEKAT GEMPA BUMI SWARM Wilayah Maluku Utara adalah salah satu wilayah teraktif dalam hal kegempaan di Indonesia,...
-
Jakarta - Jay Z memang memiliki rencana untuk menggelar tur '4:44' untuk mempromosikan album barunya. Sayangnya salah satu konser...
-
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengingatkan umat Muslim sedunia, kemungkinan bakal kehilangan Mekah dan Madinah jika keputusan sepi...
-
Jakarta - Sejak kemunculan pertamanya pada tahun 2000, Advan telah menjadi fenomena teknologi terbaru untuk masyarakat Indonesia. Sebab...
-
Sekitar 10.000 Bonek memadati gedung Jatim Expo atau lebih dikenal dengan JX International malam ini, Selasa (28/11). Mulai pukul 17.00...
-
Jakarta - Mantan bos PT Duta Graha Indonesia (PT DGI) Dudung Purwadi divonis 4 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 250 juta subsider 3 b...


Tidak ada komentar: