Saat masih muda, Bernardus mengaku sudah memiliki ketertarikan dengan penyembuhan berbasis energi. Lalu di suatu hari dia membaca sebuah buku tentang penyembuhan prana oleh Grand Master Choa Kok Sui (GMCKS).
"Awalnya tahu prana ini dari baca buku. Kok buku ini gampang sekali dipelajari dibandingkan yang lain. Lalu bisa membantu banyak orang juga. Terus bertanya ke penerbit kalau ingin belajar lebih dalam dengan penulisnya. Rupanya yang bertanya seperti saya banyak, kemudian penerbit mengundang penulis yang adalah Master Choa," katanya.
Saat itu, tepatnya di 1994, GMCKS datang mengajar. Dengan tekun, Bernardus mempelajari penyembuhan prana ala GMCKS mulai dari tingkat dasar hingga lanjut. Bahkan, dia sempat belajar juga sampai ke Negeri Singa untuk meningkatkan kemampuannya.
Bernardus pun jatuh hati dengan penyembuhan prana ala GMCKS ini. Dalam ajarannya, Maser Choa mengajarkan untuk berbuat baik supaya sehat dan hidup makmur. Dengan berbuat baik juga membantu mempercepat penyaluran energi.
"Prana GMCKS ini adalah penyembuhan energi yang bersifat ilmiah, tidak ada klenik, mistik, takhayul atau ritual-ritual. Bahkan jurus-jurus juga tidak ada. Jadi mudah sekali memang," kata kakek delapan cucu ini.
Lewat penyembuhan prana ini dia belajar untuk menyerap energi yang berlimpah di muka bumi seperti dari udara, bumi, dan matahari. Lalu, ditekankan juga berdoa kepada Tuhan supaya membantu misi dalam menyembuhkan berbasis energi.
"Jadi di dalam prana, ditekankan bahwa yang menyembuhkan bukan kita, tetapi kita ini hanya saluran yang dipakai Tuhan. Itulah sebabnya ilmu prana itu harus rendah hati," katanya lagi.


Tidak ada komentar: