Popular Post
-
Jakarta - Panji-panji hitam-putih dengan tulisan Arab berkibar di tengah aksi bela Palestina. Bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa menjadi pemacu...
-
Jakarta - Pedangdut Dewi Persik berencana melaporkan petugas portal jalur TransJ ke polisi akibat keributan saat hendak menerobos busway...
-
Jakarta - WhatsApp telah menjelma menjadi layanan messaging terpopuler di dunia maupun Indonesia dengan jumlah pengguna lebih dari 1 m...
Connect With Us
CB Magazine »
Media Sosial
,
Science
»
Akhir Tahun Waspada Angin Kencang
Akhir Tahun Waspada Angin Kencang
Posted by CB Magazine on Sabtu, 02 Desember 2017 |
Media Sosial,
Science
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi me-warning untuk sebagian wilayah selatan pesisir Banyuwangi akan terkena dampak dari siklon tropis. Akan ada terpaan angin kencang selama tiga hari, yaitu pada 30 November - 2 Desember.
Tak hanya mengakibatkan cuaca ekstrem, siklon tersebut juga berpotensi mengakibatkan banyaknya pohon yang roboh akibat kencangnya angin.
Prakirawan BMKG Banyuwangi Agung Nugroho mengatakan, Banyuwangi di awal bulan ini masih tetap memasuki musim penghujan.
Pola daerah tekanan udara rendah kerap muncul di belahan bumi selatan sehingga angin munson barat mulai stabil. Bagi wilayah pesisir pantai selatan perlu diwaspadai tinggi ombak yang mencapai tiga hingga empat meter.
“Selama bulan Desember potensi terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang sering disertai kilat petir dan angin kencang durasi singkat,” ujar Agung.
BMKG juga mengimbau warga yang bepergian selama liburan akhir pekan untuk tetap berhati-hati. Menurutnya, ancaman banjir, longsor dan puting beliung masih mengancam warga. “Untuk ancaman siklon tropis dahlia tidak sampai mengarah ke Banyuwangi, Namun perlu diwaspadai tiupan angin dari darah pesisir pantai Selatan tergolong kencang berkisar antara 10 hingga 15 knot,” papar Agung.
Sementara itu, angin kencang menerpa wilayah Banyuwangi kota dan sekitarnya hingga menyebabkan ranting pohon serta daun-daun berjatuhan di tepi jalan. “Anginnya kencang sekali dan tadi juga hampir kejatuhan ranting kering,” ucap Winarso, 40, warga Kecamatan Banyuwangi.
Pada saat yang bersamaan, sepeda motor salah satu jamaah Masjid Mujahidilillah, Desa Ketapang, tertimpa pohon pisang saat diparkir di sebelah masjid tersebut. “Usai melaksanakan salat Jumat angin bertiup sangat kencang dan tiba-tiba pohon pisang roboh dan menimpa sepeda motor saya,” ungkap Hujaini, 40, warga jalan Lingkar, Desa Ketapang.
(bw/kri/als/JPR)
Tak hanya mengakibatkan cuaca ekstrem, siklon tersebut juga berpotensi mengakibatkan banyaknya pohon yang roboh akibat kencangnya angin.
Prakirawan BMKG Banyuwangi Agung Nugroho mengatakan, Banyuwangi di awal bulan ini masih tetap memasuki musim penghujan.
Pola daerah tekanan udara rendah kerap muncul di belahan bumi selatan sehingga angin munson barat mulai stabil. Bagi wilayah pesisir pantai selatan perlu diwaspadai tinggi ombak yang mencapai tiga hingga empat meter.
“Selama bulan Desember potensi terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang sering disertai kilat petir dan angin kencang durasi singkat,” ujar Agung.
BMKG juga mengimbau warga yang bepergian selama liburan akhir pekan untuk tetap berhati-hati. Menurutnya, ancaman banjir, longsor dan puting beliung masih mengancam warga. “Untuk ancaman siklon tropis dahlia tidak sampai mengarah ke Banyuwangi, Namun perlu diwaspadai tiupan angin dari darah pesisir pantai Selatan tergolong kencang berkisar antara 10 hingga 15 knot,” papar Agung.
Sementara itu, angin kencang menerpa wilayah Banyuwangi kota dan sekitarnya hingga menyebabkan ranting pohon serta daun-daun berjatuhan di tepi jalan. “Anginnya kencang sekali dan tadi juga hampir kejatuhan ranting kering,” ucap Winarso, 40, warga Kecamatan Banyuwangi.
Pada saat yang bersamaan, sepeda motor salah satu jamaah Masjid Mujahidilillah, Desa Ketapang, tertimpa pohon pisang saat diparkir di sebelah masjid tersebut. “Usai melaksanakan salat Jumat angin bertiup sangat kencang dan tiba-tiba pohon pisang roboh dan menimpa sepeda motor saya,” ungkap Hujaini, 40, warga jalan Lingkar, Desa Ketapang.
(bw/kri/als/JPR)
Featured Video
Top 5 Popular of The Week
-
Jakarta - Panji-panji hitam-putih dengan tulisan Arab berkibar di tengah aksi bela Palestina. Bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa menjadi pemacu...
-
Jakarta - Pedangdut Dewi Persik berencana melaporkan petugas portal jalur TransJ ke polisi akibat keributan saat hendak menerobos busway...
-
Jakarta - WhatsApp telah menjelma menjadi layanan messaging terpopuler di dunia maupun Indonesia dengan jumlah pengguna lebih dari 1 m...
-
Jakarta - Meski cuma punya satu kamera belakang, duo Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL punya mode portrait yang bisa diandalkan. Untuk mem...
-
MENGENAL LEBIH DEKAT GEMPA BUMI SWARM Wilayah Maluku Utara adalah salah satu wilayah teraktif dalam hal kegempaan di Indonesia,...
-
Jakarta - Jay Z memang memiliki rencana untuk menggelar tur '4:44' untuk mempromosikan album barunya. Sayangnya salah satu konser...
-
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengingatkan umat Muslim sedunia, kemungkinan bakal kehilangan Mekah dan Madinah jika keputusan sepi...
-
Jakarta - Sejak kemunculan pertamanya pada tahun 2000, Advan telah menjadi fenomena teknologi terbaru untuk masyarakat Indonesia. Sebab...
-
Sekitar 10.000 Bonek memadati gedung Jatim Expo atau lebih dikenal dengan JX International malam ini, Selasa (28/11). Mulai pukul 17.00...
-
Jakarta - Mantan bos PT Duta Graha Indonesia (PT DGI) Dudung Purwadi divonis 4 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 250 juta subsider 3 b...


Tidak ada komentar: