Popular Post
-
Jakarta - Panji-panji hitam-putih dengan tulisan Arab berkibar di tengah aksi bela Palestina. Bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa menjadi pemacu...
-
Jakarta - Pedangdut Dewi Persik berencana melaporkan petugas portal jalur TransJ ke polisi akibat keributan saat hendak menerobos busway...
-
Jakarta - WhatsApp telah menjelma menjadi layanan messaging terpopuler di dunia maupun Indonesia dengan jumlah pengguna lebih dari 1 m...
Connect With Us
CB Magazine »
Featured
,
Gaya Hidup
,
Internet
,
News
»
Nilai Bergerak Sangat Liar, Investasi Bitcoin Harus Hati-hati
Nilai Bergerak Sangat Liar, Investasi Bitcoin Harus Hati-hati
New York - Nilai tukar bitcoin salah satu mata uang virtual yang dalam beberapa minggu terakhir mengalami pergerakan yang sangat cepat. Dalam hitungan jam, mata uang yang diciptakan oleh Satoshi Nakamoto ini bisa naik hingga U$S 2.000 kemudian turun kembali.
Mengutip CNNMoney, CEO Coinbase Brian Armstrong mengungkapkan, agar orang yang berinvestasi di bitcoin bisa lebih waspada. Ini karena nilai bitcoin terlalu volatile dan pergerakannya tidak bisa diprediksi.
Dalam sebuah tulisan di blog pribadinya, Armstrong berusaha mengingatkan pemilik bitcoin tentang sejumlah risiko yang ada pada perdagangan mata uang digital di dunia.
Beberapa hari sebelumnya, saat nilai bitcoin melewati Us$ 18.000 ia mengeluarkan peringatan dan imbauan terhadap para peminat mata uang kripto ini. Menurut dia, meningkatnya minat masyarakat terhadap bitcoin adalah hal yang menakjubkan.
"Pergerakan ini menyebabkan volatilitas dan tekanan yang tinggi pada sistemnya," imbuh dia dikutip dari CNNMoney, Senin (11/12/2017).
Ramainya bursa perdagangan bitcoin ini terus terjadi pada sabtu siang. Dalam bursa Coinbase harga sekeping bitcoin tercatat US$ 15.000 sementara untuk CoinDesk tercatat US$ 14.700.
Armstrong menjelaskan, kenaikan bitcoin ini adalah hal yang fenomenal. Padahal setahun yang lalu ia masih menjual bitcoin di kisaran harga kurang dari US$ 800 per keping. Bahkan pada 2011 bitcoin pernah diperdagangkan sebesar US$ 3.
CoinDesk menyebutkan, kenaikan yang signifikan ini terjadi karena mulai banyaknya investor yang menaruh perhatian ke mata uang digital ini. Bitcoin berpotensi bubble, kemudian juga bisa menurun tajam.
Gejolak harga juga terjadi akibat adanya spekulasi karena adanya pesaing bitcoin yang baru yakni Chicago Board Option Exchange atau Cboe yang diluncurkan minggu depan.
(mkj/mkj)
Featured Video
Top 5 Popular of The Week
-
Jakarta - Panji-panji hitam-putih dengan tulisan Arab berkibar di tengah aksi bela Palestina. Bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa menjadi pemacu...
-
Jakarta - Pedangdut Dewi Persik berencana melaporkan petugas portal jalur TransJ ke polisi akibat keributan saat hendak menerobos busway...
-
Jakarta - WhatsApp telah menjelma menjadi layanan messaging terpopuler di dunia maupun Indonesia dengan jumlah pengguna lebih dari 1 m...
-
Jakarta - Meski cuma punya satu kamera belakang, duo Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL punya mode portrait yang bisa diandalkan. Untuk mem...
-
MENGENAL LEBIH DEKAT GEMPA BUMI SWARM Wilayah Maluku Utara adalah salah satu wilayah teraktif dalam hal kegempaan di Indonesia,...
-
Jakarta - Jay Z memang memiliki rencana untuk menggelar tur '4:44' untuk mempromosikan album barunya. Sayangnya salah satu konser...
-
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengingatkan umat Muslim sedunia, kemungkinan bakal kehilangan Mekah dan Madinah jika keputusan sepi...
-
Jakarta - Sejak kemunculan pertamanya pada tahun 2000, Advan telah menjadi fenomena teknologi terbaru untuk masyarakat Indonesia. Sebab...
-
Sekitar 10.000 Bonek memadati gedung Jatim Expo atau lebih dikenal dengan JX International malam ini, Selasa (28/11). Mulai pukul 17.00...
-
Jakarta - Mantan bos PT Duta Graha Indonesia (PT DGI) Dudung Purwadi divonis 4 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 250 juta subsider 3 b...


Tidak ada komentar: